
Siapa yang tak mengenal game Street Fighter. Namanya cukup populer di kalangan gamer, termasuk Anda mungkin. Namun tahukah Anda jika developer game tersebut telah menghadapi masalah hukum? Head of Sensory Sweep Studio, sebuah perusahaan game ini dijebloskan ke penjara gara-gara tidak membayar pegawainya.
Jumlah total dari gaji pegawai yang tidak dibayarkan sebesar $1,2 juta. Menurut informasi yang dilansir dari Associated Press, David Rushton yang beroperasi di Salt Lake City, Utah tersebut tidak membayar staffnya sebanyak 211 orang.
Mantan game designer Sensory Sweep Studio, Adam Hunter menuturkan pada Associated Press bahwa pegawai sesekali menerima gaji dan beberapa orang mendapat keistimewaan tersendiri dibanding lainnya. Ia berhenti bekerja dari Rushton pada tahun 2009 dengan tunggakan gaji sebesar $12.000.
Sensory Sweep Studio membuat beberapa game untuk Nintendo, PlayStation dan Xbox, termasuk Alvin and the Chipmunks, Tiger Woods PGA Tour 2005, Justice League Heroes, Jackass: The Game dan Street Fighter II: Hyper Fighting. Judul-judul yang cukup populer.
Sejumlah tuntutan hukum telah didaftarkan untuk melawan Rushton dan Sensory Sweep Studio pada tahun 2009 yang lalu. Menurut Associated Press, setahun lalu Rushton telah dijatuhi hukuman enam bulan penjara atas tuduhan terpisah penggelapan pajak dan pemerasan. Rushton mengambil kesepakatan untuk gugatan klaim upah dan setuju untuk satu tahun di penjara, tapi tampaknya ia berniat untuk mengajukan banding.
Source