NewsGpgo.inGopego MagzFans Art

Circus Challenge, Game Menyenangkan untuk Terapi Pasien Stroke

21 May 2012
Circus Challenge, Game Menyenangkan untuk Terapi Pasien Stroke

Teknologi saat ini memang telah berkembang begitu pesat dan dapat dinikmati oleh semua orang, tidak terkecuali oleh penyandang cacat. Jika sebelumnya telah tersedia aplikasi texting BrailleTouch untuk penyandang tunanetra, kini pasien yang mengalami stroke pun juga bisa menikmati video game.

Ahli stroke dari Inggris telah mengembangkan video game yang akan membantu pasien stroke mengembalikan kontrol normal dari lengan dan tangan mereka. Neuroscientist dari Newcastle University bekerjasama dengan Limbs Alive, perusahaan spesialisasi rehabilitasi tangan dan lengan untuk orang-orang yang menderita stroke.

Salah satu dari game pertama yang dikembangkan tim adalah Circus Challenge. Game ini memungkinkan pasien belajar berbagai skill yang berkaitan dengan sirkus, mulai dari menjinakkan dan juggling singa sampai bermain trapeze, dan semuanya menggunakan wireless controller.

Seperti halnya game kebanyakan, pasien akan beralih ke level yang lebih menantang, yang membutuhkan skill, kekuatan dan koordinasi yang lebih tinggi. Pada press release, Professor Pediatric Neuroscience, Janet Eyre dari Newcastle University mengatakan bahwa video game ini akan memungkinkan pasien untuk menikmati kompetisi dan aksi karakter sirkus, tapi lupa bahwa tujuan utama dari permainan ini adalah terapi.

Danny Mann, pria berusia 68 tahun yang pernah menjadi pembuat kapal ini menderita stroke pada bulan Februari. Ia mengatakan tidak pernah bermain video game sebelumnya. “Pada latihan terapi biasanya saya harus melakukan hal yang membosankan, tapi permainan ini sesuatu yang berbeda, yang mendorong saya untuk terus melanjutkan terapi saya. Saya benar-benar ingin bermain dengan cucu saya. Saya tidak bisa memikirkan motivasi yang lebih baik lagi daripada berbagi permainan dengan mereka, untuk membantu saya menjalani proses pemulihan.”

Tim juga berharap dapat segera menyertakan telemonitoring ke dalam game, sehingga terapist dapat mengawasi perkembangan pasien dari jarak jauh dan membantu mereka dengan langkah-langkah terapi berikutnya. Penasaran seperti apa game ini? Anda bisa menyimaknya melalui video berikut.



FROM OUR PARTNER